Tampilkan postingan dengan label pertunjukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertunjukan. Tampilkan semua postingan

IMPRESI 6 PERISTIWA

>> Minggu, 15 April 2012

Ide awal karya ini timbul dari pengalaman nyata sehari-sehari di lingkungan yang secara alamiah berdialektika dengan diri, baik dalam pikiran, perasaan, dan alam bawah sadar. Pengalaman tersebut  secara khusus mengenai  kehidupan manusia yang berada dalam suatu kosmos dan berjalan dengan segala keunikan dan kemanusiaannya. Sebagai pribadi yang masih muda, indera, pikiran, dan perasaan saya selalu  berdialektika setiap saat secara sadar karena saya selalu bersentuhan dengan kehidupan manusia yang begitu kaya dalam kosmos yang begitu luas ini. Pengalaman-pengalaman tersebut yang akhirnya memberikan impresi-impresi dalam diri yang kemudian dituangkan ke dalam karya “Impresi 6 Peristiwa” untuk orkestra.
poster didesain oleh Timoteus A. Kusno, di studiomahati

Read more...

Kita Memanggilnya dengan "Momen"


“Kita Memanggilnya Momen”
Momen jatuhnya sebuah apel menjadi hukum gravitasi bagi Newton
Mandi di Bak Mandi membuat Archimedes berteriak: Eurekaa!!
Lalu bagaimana inspirasi momen dalam musik?

Apakah arti “momen” menurut anda?
Apakah momen yang paling berkesan dalam hidup anda?

Sebuah pertunjukan musik tentang momen.
Kita memanggilnya dengan sebutan momen. Suatu masa, kejadian atau peristiwa yang bisa kita beri pemaknaan apapun.
Momentum memang terkait erat dengan pemaknaan seseorang secara pribadi. Peristiwa-peristiwa biasa dalam kehidupan sehari-hari, bisa menjadi peristiwa yang tidak biasa dengan pemaknaan yang tidak biasa. Suatu saat, Sir Isaac Newton duduk bersandar di dekat pohon apel. Kemudian sebuah apel jatuh, dan konon mengenai kepala Newton. Momentum ini akhirnya melahirkan teori gravitasi.  Sebuah peristiwa sederhana, mandi dalam bak, membuat Archimedes berteriak eureka! (bhs. Yunani: aku telah menemukannya!) karena ia menemukan gaya apung di air yang akhirnya menjadi hukum Archimedes.
Terlebih lagi peristiwa spesial bagi setiap individu. Seperti menyatakan cinta kepada seseorang untuk pertama kali, kehujanan di tengah perjalanan-lalu motor habis bensin dan dompet ketinggalan, digigit anjing, dan masih banyak peristiwa lain.
poster didesain oleh Timoteus A. Kusno, di studiomahati

Read more...

Pak Darma Bertemu Kawan Lama



            Bagaimana cara setiap orang memaknai perjumpaan yang lucu dan menarik dalam kehidupannya?. ….

Pertunjukkan kolaborasi ini adalah sebuah pertunjukkan mengenai perjumpaan. Perjumpaan melalui sebuah instrumen musik kecil, pianika. Perjumpaan Makoto Nomura, seorang pemain pianika, pianis dan komponis yang berasal dari Jepang  dengan Gardika Gigih Pradipta, seorang pemain pianika, dan komponis muda. Keduanya mempunyai latar belakang kultur yang berbeda, namun berkolaborasi melalui sebuah persamaan, yaitu duet pianika. 
Cerita tentang perjumpaan inilah yang dibagikan dalam sebuah konser melalui 12 nomor komposisi kolaborasi. Pada  sesi kedua pertunjukan ini, turut berkolaborasi Kumiko Yabu dari Jepang - pemain darbuka  yang juga mendalami studi karawitan Jawa, Osamu Jareo - koreografer dan penari dari Jepang, dan Eben - dalang cilik yang baru berumur 5 tahun. Kolaborasi ini berbicara mengenai perjumpaan dan persahabatan.
Dalam musik, sebuah perjumpaan ternyata menjadi sesuatu hal yang menarik karena setiap orang yang memiliki latar belakang berbeda akan dapat berkomunikasi melalui satu bahasa bunyi. Dari perjumpaan dalam bahasa bunyi ini, diharapkan audiens bisa turut mengenang, menikmati dan memaknai berbagai perjumpaan yang terjadi dalam kehidupannya. Perjumpaan dengan angan-angan, perjumpaan dengan sepeda kesukaan, perjumpaan dengan seekor anak anjing yang lucu, perjumpaan dengan secangkir teh di malam hari, perjumpaan dengan soal ujian kimia, perjumpaan dengan hujan, perjumpaan dengan senja, dan perjumpaan-perjumpaan lain. 

poster didesain oleh Timoteus A. Kusno, di studiomahati

Read more...

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP